Nggepyok Gabah

Menuntut ilmu itu ibaratnya seperti nggepyok gabah. Apa itu nggepyok gabah? Itu adalah kegiatan merontokkan buliran padi dari tangkainya dengan cara dipukul, atau lebih tepatnya…digepyok.

Paling tidak itu yang dikatakan oleh pakpuh saya, Pak Sarkun. Ia suka menceritakan pengalaman masa lalu. Istilah yang sering disebutnya, wong kuno, jaman biyen, jaman penjajahan, dsb. Obrolan itu terjadi pada saat saya sedang berada di depan masjid sebelah barat rumah nenek dari pihak ayah untuk ikut menyimak khataman Al Qur’an yang dipungkasi dengan slametan tujuh hari wafatnya nenek saya tersebut. Mbah Sofiyah, nenek saya meninggal pada hari Sabtu, 10 Maret 2012. (Allahummaghfir laha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha…).

Pakpuh Sarkun bercerita, bahwa ia dulu belajar membaca Al Qur’an pada kakek saya, Mohammad Amin, suami dari Mbah Sofiyah. Dalam proses menuntut ilmu tersebut, pakpuh sering dimarahi. Kakek memang terkenal keras dalam mendidik murid=muridnya. Berbeda dengan teman-temannya yang mothol setelah dimarahi, pakpuh  tetap istiqomah dan setia dengan proses menuntut ilmunya. Dari cerita itulah keluar istilah gepyok gabah. 

Ibarat nggepyok gabah, Sang Guru adalah petani yang meng-gepyok gabah. Sedangkan murid-muridnya adalah butiran-butiran padi yang rontok dari gabah yang di-gepyok itu. Butiran padi yang meloncat keluar menandakan butir padi yang gabug atau tak berisi. Butiran padi yang langsung turun ke bawah alas gepyokan adalah padi yang berisi. Seperti itulah menuntut ilmu, murid yang tidak kuat menjalani proses akan keluar dengan sendirinya. Beda dengan murid yang kuat dan istiqomah. Murid jenis itulah yang akan tetap bertahan di bawah hentakan Pak Petani yang terus memukulkan tangkai padinya. Hingga butir-butir padi yang terkumpul selanjutnya akan diolah menjadi beras, nasi, dan akhirnya memberi manfaat pada manusia.

Saya termasuk jenis butir padi yang pertama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

POEMS AND SONGS FOR CHILDREN

poems poetry children song indonesia jakarta

Wahyu Kokkang

Love - Life - Laugh

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Satriwan's Blog

Yakin Usaha Sampai Demi Kemajuan

mifka weblog

Sekedar Catatan

obraytech's Blog / Computers

All About Computers,Gadget & Other

NETLABELS NOISES

selected netlabel releases

WALID

Sebaik-baiknya manusia ialah yang memberi bermanfaat bagi sesama...

lombokdihati

DIBALIK KESUNYIAN PELANGAN

The Simple Blog

Berawal dari sesuatu yang tidak mungkin

The Lost Word

Menulislah Walau Hanya Satu Kalimat

ENGLISH LEARNING CENTRE

Sharing and Growing for Better Education

Catatan Arief Mardianto

Pengingat disaat lupa ...

Welcome to my blog

Berbagi itu menyenangkan.

ilmu manajemen

Membantu anda dalam memahami

A Dreamer

It's true that we don't know what we've got until we lose it, but it's also true that we don't know what we've been missing until it arrives.

YoUMovi

Watch and download full movies online

%d blogger menyukai ini: