Hikayat Si Patung Sedada

Bust of Indonesian poet Chairil Anwar Bahasa I...

Bust of Indonesian poet Chairil Anwar Bahasa Indonesia: Patung dada Chairil Anwar di Jakarta (Photo credit: Wikipedia)

Entah berapa jumlah makhluk telah melalui Si Patung Sedada di setiap harinya: angin, manusia, burung, serangga, embun, kendaraan warna-warni bak jajan pasar, terus ada manusia lagi.

Berwindu-windu berdiam di kota dingin itu telah membuatnya jadi suka berhitung demi membungkam sepi. Ribuan matahari dan tetes hujan yang melintas di atas kepala berblangkonnya telah dia hitung. Si Patung Sedada memang tidak bertangan. Dia biasa mengira dengan bergumam.

Kadang-kadang Si Patung Dada mengingat-ingat masa lalunya jika hari berawan dan tiada hujan. Ia memikirkan kembali bahwa tujuan dibuatnya dirinya adalah supaya orang-orang di kota kaki gunung itu bisa mengenang seorang wedana legendaris yang wajahnya sangat mirip dirinya.

Namun lebih sering Si Patung Dada merenungkan beberapa hari, tanggal, bulan dan tahun yang masih tersisa dalam ingatannya. Pada hari-hari tertentu para pemuda produk suka nongkrong dan berpesta ria. Dia tidak ambil pusing dengan kelakuan mereka, namun sangat menyebalkan baginya bila beberapa dari mereka melempar botol, muntah dan mengencingi singgasananya.

Pada tanggal-tanggal tertentu beberapa manusia berseragam datang kepadanya sambil membawa kaleng cat, sapu lidi dan pemotong rumput. Ia mengingatnya sebagai momen-momen yang memanjakan.

Sedang pada bulan-bulan tertentu Si Patung Sedada akan berlilit tali yang bila malam akan memancarkan cahaya. Itu membantunya berkonsentrasi menghitung bintang jika bulan belum bundar.

Ada beberapa tahun yang begitu melekat dalam ingatan Si Patung Dada. Tahun-tahun ketika singgasananya dipagari bendera-bendera yang bergambar tumbuhan dan potongan organ burung garuda. Tetapi yang paling diingatnya adalah tahun ketika singgasananya bercoretkan kata-kata “pribumi” dan “reformasi”.

Dunia tetap berpusing, pun Si Patung Dada selalu bergeming. Dia tahu pasti orang-orang lalu-lalang mengabaikannya, tapi dia tetap memandang lurus ke depan. Dengan mimik senyum tipis yang terkesan ramah namun berwibawa itu, dia biarkan mereka lewat dengan selamat. Di bundaran perempatan kota kecil itulah Si Patung Sedada masih setia dan sedia buat mereka.

Si Patung Sedada tak pernah merasa bosan. Tidak, hingga pada suatu malam.

Selepas menghitung bintang selama 2 jam (biasannya dia hanya butuh waktu 1 jam asal langit malam tak berawan), Si Patung Sedada beranjak dari dan mulai berjalan-jalan. Lebih tepatnya terbang, karena dia hampir tak berbadan.

Melintaslah ia di atas kepala beberapa pemuda berpeci dan berompi. Dan di atas kepala beberapa pemuda beremblem dan berpita. Juga di atas kepala wanita tua yang menggendong bayi dan menjinjing buntalan. Si Patung Sedada pun bergumam,

“Jodoh, mati dan rejeki memang di tangan tuhan.”

Itulah malam terakhir Si Patung Sedada menghitung bintang dan menatap bulan yang bundar.

Iklan

One thought on “Hikayat Si Patung Sedada

  1. […] yang pertama, saya akan memposting cermin berjudul Hikayat Si Patung Sedada. Selamat menikmati. Bagikan:FacebookTwitterLike this:SukaBe the first to like this post. Tags: […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

POEMS AND SONGS FOR CHILDREN

poems poetry children song indonesia jakarta

Wahyu Kokkang

Love - Life - Laugh

@kucing_majelis

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Kabar tentang Dunia Islam

Menyediakan Informasi yang Tepat agar Ummat Tidak Tersesat oleh Berita orang Fasiq/Kafir

Satriwan's Blog

Yakin Usaha Sampai Demi Kemajuan

mifka weblog

Sekedar Catatan

obraytech's Blog / Computers

All About Computers,Gadget & Other

NETLABELS NOISES

selected netlabel releases

Walid Umar

Your Time Is Limited; Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama...

lombokdihati

DIBALIK KESUNYIAN PELANGAN

The Simple Blog

Berawal dari sesuatu yang tidak mungkin

The Lost Word

Menulislah Walau Hanya Satu Kalimat

ENGLISH LEARNING CENTRE

Sharing and Growing for Better Education

Catatan Arief Mardianto

Pengingat disaat lupa ...

Welcome to my blog

Berbagi itu menyenangkan.

ilmu manajemen

Membantu anda dalam memahami

A Dreamer

It's true that we don't know what we've got until we lose it, but it's also true that we don't know what we've been missing until it arrives.

YoUMovi

Watch and download full movies online

%d blogger menyukai ini: